13
Nov

BRC Edisi 8 – Apa saja Perubahan Utamanya?

BRC Global Standard for Food Safety diakui di seluruh dunia sebagai dasar manajemen keamanan dan kualitas makanan. Lihat perubahan utama terhadap persyaratan yang harus dipatuhi:

Komitmen Manajemen Senior:

Ikhtisar – Bagian ini telah diperluas untuk memastikan semua lokasi produksi telah mengembangkan dan menerapkan program pemantauan yang kuat. Hal ini memungkinkan produsen mengambil tindakan perbaikan yang tepat waktu untuk mencegah kontaminasi produk.

Detail –

  • Manajemen senior harus menentukan dan mempertahankan program yang jelas untuk peningkatan jaminan keamanan dan kualitas makanan secara berkelanjutan. Hal ini mencakup:
    • Semua bagian dari lokasi yang berdampak pada keamanan produk;
    • Rencana tindakan yang menjelaskan bagaimana aktivitas akan dijalankan dan diukur dalam rentang waktu yang telah ditetapkan;
    • Ulasan tentang efektivitas aktivitas selengkapnya, termasuk sistem untuk HACCP, ketahanan dan keaslian makanan.
  • Pertemuan di lokasi untuk membahas masalah keamanan, legalitas, integritas, dan kualitas makanan harus diselenggarakan setidaknya satu bulan sekali. Selanjutnya, temuan yang ada dilaporkan ke manajemen senior.
  • Buat sistem dan proses pelaporan yang dapat menjaga kerahasiaan laporan agar semua staf berpeluang mengungkapkan kekhawatiran mereka terkait keamanan, legalitas, integritas, dan kualitas makanan.

HACCP/Program Keamanan Makanan:

Ikhtisar – Terminologi kini selaras dengan Codex Alimentarius.

Detail –

  • Program keamanan makanan HACCP harus mencakup semua jenis bahaya, misalnya mikrobiologis, kontaminasi fisik, dsb.
  • Dokumen dan data elektronik harus disimpan dan dicadangkan dengan aman.
  • Program ini akan mencakup minimum empat tanggal audit yang berbeda di sepanjang tahun. Audit akan mencakup:
    • HACCP atau program keamanan makanan dengan aktivitas pelaksanaan.
    • Program prasyarat, misalnya kebersihan dan pengendalian hama.
    • Prosedur program ketahanan makanan dan pencegahan penipuan makanan.
    • Prosedur untuk mencapai BRC Global Standard.
  • Program penilaian risiko bahan baku akan diperbarui jika terdapat perubahan material, prosedur pengolahan, atau pemasok; jika muncul risiko baru setelah penarikan produk, minimum setiap tiga tahun.
  • Ulasan performa pemasok harus didokumentasikan.
  • Manajemen, persetujuan, dan pemantauan pengolahan yang dialihdayakan kini tercakup dalam Standar untuk memastikan keamanan tidak terganggu.
  • Lokasi harus memiliki prosedur penyelesaian analisis akar penyebab masalah untuk menerapkan peningkatan dan mencegah terulangnya ketidaksesuaian, yakni saat keamanan produk berada dalam risiko.
  • Semua lokasi harus memiliki prosedur kemampuan penelusuran yang didokumentasikan. Sebagai persyaratan minimum, hal ini harus mencakup: cara kerja sistem kemampuan penelusuran, serta pelabelan dan data yang diperlukan.

Keamanan Produk dan Ketahanan Makanan:

Ikhtisar – Kebutuhan untuk mencegah kontaminasi berbahaya semakin meningkat. Karena itu, Edisi 8 telah memperbarui persyaratan penilaian risiko secara signifikan.

Detail –

  • Sistem akan melindungi bahan baku, produk, tempat kerja, dan merek dari tindakan berbahaya.
  • Perusahaan akan melaksanakan penilaian risiko yang didokumentasikan terhadap ancaman internal dan eksternal. Hal ini merupakan dasar rencana penilaian ancaman yang perlu ditinjau secara rutin untuk menyesuaikan dengan kondisi lingkungan yang berubah.
  • Area berisiko fisik, seperti area penyimpanan eksternal, harus memiliki akses yang aman dan terkontrol oleh staf resmi. Sistem perekaman pengunjung harus tersedia. Seluruh staf juga harus mengikuti pelatihan tentang prosedur keamanan lokasi dan ketahanan makanan.
  • Jalan kecil yang tinggi di dekat lini produksi harus dirancang sedemikian rupa agar dapat mencegah kontaminasi produk.
  • Semua peralatan produksi akan diperiksa oleh staf resmi yang kemudian akan mengkonfirmasi penghapusan seluruh bahaya kontaminasi.

Peralatan Pemeriksaan Produk:

Ikhtisar – Edisi 8 mencakup informasi lebih terperinci tentang pengoperasian peralatan pendeteksian benda asing, checkweigher, dan peralatan pelabelan.

Detail –

  • Semua lokasi harus menyusun dan melaksanakan tindakan perbaikan serta prosedur pelaporan jika sistem pendeteksian zat kontaminan dan/atau verifikasi online mengalami kegagalan. Tindakan harus mencakup pemeriksaan ulang seluruh produk sejak pengujian pemeriksaan yang berhasil terakhir dilakukan.
  • Pengujian metal detector terpadu akan diselesaikan saat pengaktifan lini berlangsung dan di akhir periode produksi.
  • Perubahan terhadap seluruh pengaturan peralatan yang berdampak pada integritas dan keamanan produk hanya boleh diselesaikan oleh staf resmi dan terlatih. Selain itu, kontrol harus dilindungi sandi atau dibatasi.
  • Persyaratan baru adalah agar checkweigher dikelola sesuai dengan persyaratan hukum yang berlaku. Hal ini mencakup pengujian efektivitas operasional dan pencatatan hasil pengujian.

Pelabelan Produk:

Ikhtisar – Sejumlah besar insiden penarikan produk berasal dari kesalahan pelabelan. Hasil analisis terhadap produk yang mengalami kesalahan pelabelan menunjukkan bahwa masalah utamanya adalah kesalahan yang terdapat pada informasi label asli, perubahan terhadap komposisi bahan/pemasok, atau kesalahan proses pengemasan.

Detail –

  • Memastikan informasi yang akurat dan terbaru untuk ‘kontrol perubahan’ yang efektif saat produk diterima. Ini berarti hanya material dengan versi yang tepat akan diterima di lokasi.
  • Seperti dijelaskan dalam bagian Peralatan Pemeriksaan Produk di atas, kontrol pencetakan di lokasi, misalnya kode data, akan dilaksanakan oleh staf resmi.
  • Peralatan verifikasi online, seperti pemindai barcode, perlu dikonfigurasi dan diuji terlebih dulu. Sebagai persyaratan minimum, pengujian harus diselesaikan di awal dan akhir proses produksi.
  • Saat audit vertikal berlangsung, auditor akan mengkonfirmasi keakuratan label dan proses pelabelan.
  • Petunjuk memasak untuk pelanggan harus divalidasi terlebih dulu guna memastikan produk tersebut aman dikonsumsi.
  • Buat program penilaian risiko kerentanan yang didokumentasikan dan diperbarui secara terus-menerus untuk menunjukkan perubahan risiko apa pun terhadap bahan baku.
  • Persyaratan baru untuk menciptakan prosedur pengelolaan kemasan usang, termasuk label. Hal ini mencakup pembuangan kemasan dengan cara yang tepat agar tidak digunakan kembali.
  • Tindakan verifikasi informasi cetak kini mencakup pemeriksaan informasi alergen.
  • Untuk memastikan pelabelan produk yang tepat, semua staf terkait harus sudah mengikuti pelatihan tentang proses pelabelan dan pengemasan.

Selain perubahan yang disebutkan di atas, kini terdapat persyaratan baru untuk meninjau hasil pengujian laboratorium dan detail ekstra agar dapat mencegah kontaminasi patogen terhadap produk. Perubahan juga telah dilakukan pada area yang mencakup lingkungan fisik, seperti melindungi jendela kaca agar tidak pecah, membersihkan sistem, memantau lingkungan dengan berbasis risiko, dan mengendalikan hama guna memastikan keamanan produk terjaga terus-menerus.